June 9, 2010
#Bahasaku Kebanggaanku

Terlalu sering kabar buruk mengenai Indonesia bermunculan. Mulai dari bom hingga bencana alam hingga korupnya pemerintah dan wakil rakyat.

Kemarin Ariel Peterporn menjadi Trending Topic di Twitter. Saya pun ikut meramaikan. Walau semula terasa seru, seusai ditegur Anggi Krisna, saya sadar itu bukan hal baik.

“Kenapa begitu bangga dengan hal-hal buruk? Kenapa tidak membanggakan hal-hal baik?” kata Anggi.

Saya tertegun. Benar juga.

Walau Indonesia punya banyak kekurangan, pasti masih ada yang baik dari negeri ini. Apalagi setelah mendengar curahan hati para perantau. Mereka yang bekerja di tanah-tanah asing itu kerap berkata, “Saya rindu Indonesia.”

Ini artinya, permasalahan bangsa kita bukanlah kebodohan. Tapi lebih karena kita kurang bangga pada diri sendiri.

Nah, bagaimana saya dapat mengubah itu? Saya bukan politisi. Bukan pula gadis cantik yang menikah dengan putra pemilik hotel berbintang. Kalau saya ingin membuat perubahan, solusinya haruslah sesederhana mungkin. Karena hanya itu yang saya bisa.

Tapi hidup sungguh menakjubkan. Tepat di saat saya kecewa dengan diri sendiri dan negeri ini, dua teman di Twitter menyapa. Alderina Gracia dan Muhammad Hamid. Bertiga kami bertekad membuat perubahan, bukan dengan menggerakkan massa, mendirikan partai politik, atau apa pun yang butuh banyak biaya dan energi. Ide kami sederhana: kampanye #bahasaku lewat Twitter.

Selama beberapa hari ke depan #bahasaku akan kami gelar. Kami akan lebih sering men-tweet dalam bahasa Indonesia. Walau kemampuan bahasa Indonesia kami masih menyedihkan, setidaknya itu langkah pertama untuk menunjukkan bahwa kami tertarik untuk mempelajari bahasa ibu kami. Bahasa yang telah menyatukan negeri ini dari Sabang sampai Merauke.

Setelah memantapkan hati, kami siapkan sejumlah buku kesayangan untuk dibagikan pada teman-teman yang berpartisipasi dalam kampanye #bahasaku. Sejumlah sahabat juga menyumbangkan beragam koleksi pribadi, mulai dari kartu pos hingga lisensi theme WordPress. Terima kasih, teman-teman.

Harap dipahami bahwa kampanye #bahasaku bukan kampanye merek. Kami tidak berada di bawah bendera produk apa pun. Ini murni dorongan hati pribadi untuk berbuat sesuatu, bukan hanya diam, untuk negeri tercinta.

Bila Anda tergerak untuk ikut, sila ikuti @alderina, @oDian, dan tagar #bahasaku di Twitter.

~Ditulis oleh Dian Ara

  1. undetectedheart reblogged this from bahasaku
  2. alderina reblogged this from bahasaku
  3. bahasaku posted this